LSM PENJARA DPC Kampar Dukung Forest Camp HKAN 2026 di Tahura Sultan Syarif Hasyim
KAMPAR – LSM PENJARA DPC Kampar menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Forest Camp Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang akan dilaksanakan pada 28–30 Agustus 2026 di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Provinsi Riau.
Kegiatan bertema "Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia" tersebut akan dikelola langsung oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) bersama Yayasan Hutan Riau, dengan dukungan Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Riau, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
Ketua LSM PENJARA DPC Kampar, Budi Hendra, SE, mengatakan Forest Camp HKAN 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat gerakan konservasi berbasis kolaborasi. Menurutnya, pelestarian hutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, dan sektor swasta.
"Kami memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Forest Camp HKAN 2026. Ini merupakan kegiatan yang bukan hanya memperingati Hari Konservasi Alam Nasional, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pembentukan karakter, dan penguatan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan. Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha melalui program CSR mereka," kata Budi Hendra, Senin (6/7/2026).
Forest Camp HKAN 2026 akan berlangsung selama tiga hari dengan target sekitar 300 peserta yang berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK, mahasiswa, Pramuka, organisasi pecinta alam, komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, instansi pemerintah, perusahaan, hingga masyarakat umum.
Kegiatan inti berupa Lomba Lintas Alam (Forest Adventure Challenge) akan menjadi daya tarik utama. Peserta akan menempuh lintasan di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim yang dipadukan dengan berbagai pos edukasi mengenai konservasi, pengenalan flora dan fauna, navigasi lapangan, mitigasi bencana, hingga pengelolaan hutan berkelanjutan.
Selain lomba lintas alam, peserta juga akan mengikuti kegiatan kemah konservasi diselingi Fun Games, diskusi lingkungan, aksi bersih kawasan hutan, serta pentas seni sebagai media Kampanye Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Pentas seni tersebut akan menampilkan pertunjukan musik, puisi, teater, dan seni budaya bertema pelestarian lingkungan sebagai sarana mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pentingnya menjaga kawasan hutan.
Menurut Budi Hendra, pendekatan melalui olahraga alam dan seni budaya dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran lingkungan, terutama di kalangan generasi muda.
"Hutan harus dikenalkan kepada generasi muda melalui pengalaman langsung. Ketika mereka berjalan di tengah hutan, memahami fungsi ekosistem, dan merasakan manfaatnya, maka akan tumbuh rasa memiliki untuk ikut menjaga dan melestarikannya. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui Forest Camp HKAN 2026," ujarnya.
Panitia juga membuka peluang kerja sama kepada BUMN, BUMD, perusahaan swasta, sektor perbankan, perkebunan, kehutanan, energi, pertambangan, telekomunikasi, media, perguruan tinggi, hingga pelaku UMKM untuk berpartisipasi sebagai mitra maupun sponsor resmi kegiatan.
Budi Hendra berharap dunia usaha memanfaatkan momentum tersebut sebagai bagian dari implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Kami mengundang perusahaan-perusahaan di Riau dan nasional untuk menjadi bagian dari gerakan ini. Dukungan yang diberikan bukan hanya membantu menyukseskan kegiatan, tetapi juga menjadi investasi sosial dan lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang. Kolaborasi adalah kunci keberhasilan konservasi," katanya.
Forest Camp HKAN 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat posisi Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim sebagai pusat edukasi konservasi, ekowisata, dan pembinaan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.
Dengan sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, komunitas, akademisi, media, dan dunia usaha, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu ikon peringatan Hari Konservasi Alam Nasional di Provinsi Riau sekaligus menggerakkan partisipasi publik dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.
Komentar Anda :