Mahasiswa KKN Tematik UMTAS Bangun Tempat Pemilahan Sampah, Reza Indra Wiguna Dorong Kesadaran Lingkungan di Desa Binangun
BANJAR – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) Kelompok A Desa Binangun melaksanakan kegiatan pembuatan tempat pemilahan sampah di wilayah Desa Binangun.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua KKN Tematik UMTAS Kelompok A Desa Binangun, Reza Indra Wiguna, bersama mahasiswa KKN dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Program ini bertujuan menyediakan sarana yang mendukung penerapan sistem pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Dengan tersedianya tempat sampah yang dipisahkan berdasarkan jenisnya, masyarakat diharapkan semakin terbiasa membedakan antara sampah organik dan sampah nonorganik.
Sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering dapat dikelola kembali, salah satunya menjadi kompos. Sementara sampah nonorganik, seperti plastik, botol, dan kaleng, dapat dipilah untuk selanjutnya dimanfaatkan melalui proses daur ulang.
Proses pembuatan tempat pemilahan sampah dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN Tematik UMTAS bersama masyarakat Desa Binangun. Semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua KKN Tematik UMTAS Kelompok A Desa Binangun, Reza Indra Wiguna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat melalui program yang sederhana, namun diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari lingkungan rumah menjadi langkah penting dalam menciptakan pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Tidak hanya membuat dan memasang fasilitas tempat sampah, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat pengolahan sampah organik menjadi kompos serta peluang pemanfaatan sampah nonorganik melalui kegiatan daur ulang yang memiliki nilai manfaat, bahkan berpotensi memberikan nilai ekonomis.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi memandang sampah semata-mata sebagai barang yang harus dibuang, melainkan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih bijaksana.
Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Binangun. Program pembuatan tempat pemilahan sampah dinilai menjadi solusi sederhana namun memiliki manfaat nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Keberadaan fasilitas pemilahan sampah juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, termasuk anak-anak, untuk membangun kebiasaan peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Mahasiswa KKN Tematik UMTAS Kelompok A Desa Binangun berharap budaya memilah sampah dapat terus berkembang dan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, program tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, efektif, dan ramah lingkungan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah, Desa Binangun diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang semakin bersih, sehat, nyaman, serta mendukung kehidupan masyarakat yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Komentar Anda :