Video Guru Rahmawati soal Dinding Triplek Viral, Sikap Ketua Banteng Kampar Disorot Kader
Rabu, 23-09-2026 - 10:50:23 WIB
TAPUNG, KAMPAR — Video yang memperlihatkan Guru Rahmawati, seorang guru di SD 007 Tapung, Desa Lubuk Agung, Kabupaten Kampar, terkait kondisi dinding sekolah berbahan triplek, menjadi perhatian setelah beredar di media sosial.
Video tersebut kemudian mendapat perhatian Ketua partai berlambang banteng di Kampar. Ketua Banteng Kampar disebut turun langsung menyikapi persoalan yang disampaikan Guru Rahmawati dalam video tersebut.
Namun, langkah tersebut justru mendapat sorotan dari salah seorang kader PDI Perjuangan, Rahmad Yani. Ia menilai persoalan yang disampaikan seorang guru semestinya disikapi dengan pendekatan yang lebih menghargai dan mengedepankan komunikasi.
“Seharusnya ketua kita kasih penghargaan kepada gurunya, bukan mengerepet,” ujar Rahmad Yani.
Menurut Rahmad, seorang guru yang menyampaikan kondisi lingkungan pendidikan seharusnya mendapat ruang untuk menjelaskan persoalan yang dihadapinya. Menurutnya, jika terdapat perbedaan pandangan mengenai isi video tersebut, penyelesaiannya dapat dilakukan melalui dialog dan klarifikasi.
“Guru itu bagian penting dalam dunia pendidikan. Kalau ada persoalan, sebaiknya kita dengarkan dulu apa yang sebenarnya terjadi, kemudian dicari solusinya,” katanya.
Persoalan ini bermula dari beredarnya video Guru Rahmawati yang memperlihatkan kondisi dinding triplek di lingkungan SD 007 Tapung. Video tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan berbagai tanggapan.
Di sisi lain, kondisi bangunan sekolah juga menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan penjelasan dari pihak terkait. Apakah dinding tersebut memang merupakan bagian dari kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan, bagaimana status pembangunan atau rehabilitasinya, serta siapa pihak yang bertanggung jawab, perlu dijelaskan secara terbuka.
Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar, serta Ketua Banteng Kampar terkait persoalan tersebut masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh.
Pemberitaan ini menempatkan pernyataan Rahmad Yani sebagai pandangan pribadi yang disampaikannya sebagai kader, bukan sebagai sikap resmi PDI Perjuangan.
Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada polemik video, tetapi dapat menjadi momentum untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SD 007 Tapung mendapat perhatian dan solusi yang jelas.
Komentar Anda :