Eksekusi Penertiban Pedagang Pasar Muktisari
Senin, 22-03-2021 - 10:19:26 WIB
Hkindonesia.com, Banjar-Kendati masih ada pedagang yang menolak dipindahkan, Pemerintah Kota Banjar Melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan ( KUKMP) kembali menertibkan tempat pedagang Pasar Muktisari yang semula berada di lantai bawah untuk menempati lantai atas yang sudah disediakan sebelumnya, Senin (22/3).
Beberapa pedagang yang menolak dipindahkan beralasan lokasi jualan di lantai atas sepi pembeli dan biaya angkut kuli untuk naik ke atas jadi lebih mahal.
Supinah, salah seorang pedagang sayuran yang keberatan menyebutkan sebelumnya ia telah 2 kali berjualan karena sepi balik lagi lagi ke bawah karena tak ada pembeli.
" Saya mau saja pindah ke atas, asal ada pembeli. Bagaimana saya bisa jualan lagi kalau dagangan saya tidak laku? Saya sudah 2 kali pindah ke atas tapi tidak laku, makanya saya balik lagi ke bawah. Saya juga butuh uang buat dagang lagi, " ujarnya.
Hal sama disampaikan Mbok Warisah, pedagang paruh baya yang pernah dua kali dipindah ke lantai atas, namun terpaksa jualan lagi di lokasi bawah, karena merasa kerepotan.
" Kalau saya pindah ke atas, gimana saya dapat uang. Uangnya habis buat bayar kuli angkut yang cukup mahal. Sudah dua kali saya coba pindah ke atas, tapi kenyataannya susah sekali dapat pembeli. Saya tetap tidak ingin pindah ke atas, " ucap pedagang paruh baya tersebut.
Susi pedagang lainnya menyebut, penataan dengan memindahkan pedagang dari lantai dasar ke lantai atas selalu dilakukan pihak Pemkot saat jelang Idul Fitri. Tapi karena selalu sepi pembeli, maka Susi dan pedagang lainnya kembali ke lokasi semula.
" Sebetulnya pedagang mau saja pindah ke atas, tapi pembelinya tidak ada. Itu yang menyebabkan saya pindah lagi. Dan setiap mau lebaran seperti begini, pedagang ditertibkan, sudah tidak aneh lagi. Dan sepertinya kalau melihat keadaan sepi, ya kita pindah lagi ke bawah, " tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Dan Perdagangan ( KUKMP) Kota Banjar Edi Herdianto menuturkan upaya penataan diantaranya dengan mengubah kembali sistem atau route pembeli yang akan masuk, agar seluruh pedagang bisa terlewati calon pembeli.
" Dengan mengubah route pembeli otomatis semua pedagang dilalui. Pintu cuma dibuka, yaitu pintu di atas satu dan pintu bawah satu, " ucapnya.
Kepala Dinas KUKMP pun menampik anggapan sebagian pedagang yang menolak penempatan di lantai dua karena susahnya akses ke lantai atas dan tidak ada pembeli yang mau naik ke lantai atas.
" Saat ini pedagang sudah pada naik. Saya yakin pelanggan akan mengikuti, seperti terjadi juga di Pasar Banjar. Kita akan coba terus sampai pasar Muktisari ini bisa tertata dengan rapi dan tertib, sehingga kesan kumuh bisa ditinggalkan, " pungkasnya. (Lies)
Komentar Anda :