Berita Hoax Pengaruhi Pedagang Pasar Menolak Melaksanakan Vaksin
Jumat, 26-03-2021 - 14:07:44 WIB
Upaya Pemerintah Kota Banjar untuk melakukan vaksin covid-19 terhadap tenaga pelayanan publik yang termasuk di dalamnya adalah pedagang pasar Banjar , tidak berjalan mulus.
Sebagian pedagang enggan bahkan menolak untuk melaksanakan vaksin untuk dosis pertama di hari pertama Kamis (25/3/2021).
Keengganan sebagian pedagang pasar Banjar untuk melaksanakan vaksin covid-19 disebabkan beberapa hal, diantaranya belum yakin dengan keamanan vaksin, juga ketakutan efek setelah pemberian vaksin.
Salah seorang pedagang Indra, yang berhasil kami temui mengatakan kemungkinan para pedagang tidak mau divaksin karena banyaknya berita-berita hoax tentang vaksin covid-19 di media sosial.
" Iya, kemarin banyak pedagang yang tidak mau divaksin.Alasannya sih takut seperti yang terjadi di berita-berita. Dan juga mereka kurang yakin atau minim informasi dari pemerintah, akan manfaat dari vaksin itu, " ujarnya.
Seperti diketahui dari 1500 pedagang pasar Banjar yang telah didata Dinas Kesehatan untuk vaksin, baru sekitar sepertiganya atau sekitar 529 pedagang yang melaksanakan vaksin dosis pertama di hari pertama hari Kamis kemarin.
Menanggapi pedagang pasar yang enggan divaksin, Ketua IDI Kota Banjar dr. Fuad Hanif, Sp.S , M. Kes menyatakan keprihatinannya. Padahal menurutnya, vaksin penting untuk menghambat sebaran covid 19.
Hal tersebut menandakan masih kurangnya kesadaran warga masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dalam upaya pencegahan penularan virus Covid-19.
" Sosialisasi dan eduksi yang digencarkan pemerintah melalui Satgas, Dinkes, Puskesmas, TNI-Polri sudah sangat massif.
Saya menduga, masyarakat termasuk pedagang Pasar Banjar telah termakan berita menyesatkan atau hoax, " Ucapnya saat dihubungi melalui telepon.
dr Fuad Hanif menambahkan : " Vaksinasi ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan pemberian vaksin yang ada pada waktu yang telah lalu, seperti pemberian vaksin untuk pencegahan penyakit polio, rubella dan penyakit campak yang dulu juga pernah mewabah.
Yang paling krusial untuk menghambat penyebaran virus ini adalah melakukan vaksin di samping ikhtiar menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu jangan takut divaksin, karena vaksin ini sudah dinyatakan aman dan dijamin kehalalannya, " tutupnya. (Lies)
Editor : Munir
Komentar Anda :