⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Harga Kedelai Naik, Tahu Dan Tempe Masih Aman di Pasar
Rabu, 02-06-2021 - 16:34:46 WIB
TERKAIT:
   
 

Mahalnya harga kedelai membuat ukuran tahu dan tempe mengecil. Harga kedelai yang semula berada di kisaran Rp. 7.000 saat ini sudah mencapai Rp. 10.800 / kg nya.



Imbas dari kenaikan harga kacang kedelai membuat para pembuat tahu dan tempe terpaksa mengurangi produksi pembuatan tahu/ tempe, bahkan mengurangi ukuran dari tahu/ tempe.
Hal tersebut disampaikan oleh Wahyudin pembuat tahu di DusunParung Desa Balokang Banjar.


" Kami biasanya menggunakan kacang kedelai sampai 80 kg perhari, tapi karena kacang kedelai naik kami hanya bisa membeli kacang kedelai 60 kg. Otomatis pendapatan kami juga menurun. Sangat berat sekali bagi kami dengan harga kacang kedelai yang saat ini sekitar Rp. 10.800. Kami hanya bisa berharap pemerintah secepatnya bisa menstabilkan kembali harga kacang kedelai,sehingga kami bisa normal kembali berproduksi, " ucapnya.


Menurunnya produksi tahu dan tempe di Kota Banjar, dirasakan juga oleh konsumen makanan tersebut.
Ukuran tahu dan tempe yang berkurang dan harga juga mengalami perubahan.
Perubahan bentuk dan harga dari tahu dan tempe dikeluhkan beberapa konsumen.


Ikin pemilik warung nasi di Cikabuyutan Barat Hegarsari Banjar mengeluhkan harga tempe bukan sekedar naik tapi ganti harga.


" Tempe dan tahu masih bisa saya dapatkan di pasar, tapi harganya bukan lagi naik, tapi ganti harga. Misalnya harga tempe yang biasanya Rp. 800 sekarang menjadi Rp. 1.000. Itu mungkin dampak dari harga kedelai yang naik sekarang, " ucapnya.


Senada disampaikan Siti Jurniah pedagang gorengan di seputar Alun-alun Kota Banjar mengatakan, harga tahu dan tempe tetap tapi ukuran semakin kecil.


" Biasanya saya beli yang Rp. 10.000 dapat 6.Sekarang ukurannya jadi agak kecil. Tapi harga masih tetap, " ucapnya singkat.


Sementara untuk para pedagang tahu dan tempe sampai saat ini belum merasa kesulitan untuk mendapatkan pasokan tahu dan tempe untuk dijual.
Seperti yang disampaikan Marsinah penjual tahu dan tempe di Pasar Muktisari Langensari.


" Alhamdulillah stok tahu dan tempe masih aman. Tapi menurut pemasok tahu dan tempe, ke depannya harga akan naik dan ukuran tahu dan tempe pun akan diperkecil. Katanya sih karena harga kedelai naik, " tuturnya.


Menanggapi keluhan pembuat, pedagang dan konsumen tahu dan tempe dengan kenaikan harga dan ukuran tahu dan tempe karena dampak dari harga kacang kedelai, Sekretaris Dinas KUKMP Kota Banjar Neneng Widya Hastuti di sela-sela kunjungannya di Pasar Muktisari Langensari, Rabu ( 02/06/2021) menyampaikan, kenaikan harga kacang kedelai bukan merupakan kebijakan atau pengaruh daerah.


" Harga kedelai mahal merupakan faktor global. Dimana harga kedelai di tingkat global mengalami kenaikan sehingga berdampak kepada harga kedelai import ke Indonesia. Kita dari pemerintah Kota Banjar tidak bisa mengintervensi atau membantu dalam harga kedelai di Kota Banjar.
Dan saat ini stok kedelai di Banjar masih aman, cuma karena harga yang naik itu yang menjadi kesulitan bagi para pembuat tahu dan tempe. Dan para pembuat tahu dan tempe juga mengatakan kalau harga kacang kedelai masih naik, mereka akan mensiasati dengan mengurangi ukuran dari tahu dan tempe, sebagai upaya agar tahu dan tempe tetap ada di pasaran, " ujarnya. (Lies) 


Editor : BM




 
Berita Lainnya :
  • Harga Kedelai Naik, Tahu Dan Tempe Masih Aman di Pasar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved