Dua Hari, Tahu Dan Tempe Lenyap Di Pasar Banjar
Senin, 07-06-2021 - 09:31:40 WIB
Banjar - Tahu Tempe lenyap di pasaran Kota Banjar. Kabar yang beredar, para perajin tahu tempe mogok produksi selama dua hari, guna bersiap menyesuaikan harga, dampak dari terus naiknya harga kedelai sebagai bahan baku, hingga kisaran Rp.11.000 per kilogramnya.
Beberapa pedagang yang biasa menjual tahu tempe di pasar Banjar mengatakan, hari senin dan selasa mereka tidak akan menjual tahu tempe dikarena adanya aksi mogok dari para pengrajin tahu tempe di Kota Banjar.
Seperti disampaikan oleh Sumiyati pedagang sayuran yang biasa menjual tahu dan tempe.
" Benar, hari ini saya tidak mendapat pasokan tahu dan tempe. Katanya sih akan libur atau mogok selama dua hari, " ucapnya.
Konsumen di Pasar Banjar bahkan sempat merasa bingung ketika tidak mendapati tahu tempe, bahkan setelah berkeliling seputar pasar Banjar.
Sri warga Banjar yang keliling Pasar Banjar untuk membeli tahu tempe akhir mengetahui, selama 2 hari keberadaan tahu tempe akan hilang di pasar Banjar.
" Saya sudah keliling Pasar, tidak ada satupun yang jualan tahu tempe. Barusan saya baru tahu kalau mereka tidak akan jualan selama 2 hari. Katanya sih akibat harga kacang kedelainya yang naik, " tuturnya saat ditemui di Pasar Banjar.
Lenyapnya Tahu Tempe juga diakui Nina penjual gorengan di Jln Letjen Suwarto Banjar.
Nina mengetahui nantinya tahu tempe bakalan naik harga. Meski demikian, ia takkan menaikkan harga gorengan tempe tahu yang djualnya.
" Sepertinya saya tidak akan menaikkan harga gorengan. Coba diakalinlah, " paciwit ciwitlah ".Harga tahu dan tempe naik, Mudah-mudahan saya bbisa bertahan dengan harga gorengan seperti biasa. Yang penting tahu tempe ada kembali di pasar, jangan seperti sekarang tidak ada sama sekali, " ucap Nina.
Lenyapnya tahu tempe di pasar Banjar yang direncanakan selama 2 hari merupakan bentuk dari keinginan para pengrajin tahu tempe untuk menaikkan harga.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar Edi Herdianto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin ( 07/06/2021).
" Kita telah melakukan pertemuan pada hari Jum'at kemarin dengan para pengrajin tahu dan tempe beserta Boss kedelai. Dan dari hasil pertemuan tersebut, para pengrajin tahu tempe sudah sepakat untuk menaikan harga tahu dan tempe, hal tersebut dilakukan untuk menutup biaya produksi. Sementara stok kedelai sendiri aman, cuma karena adanya persaingan bisnis internasional yang menyebabkan harga kedelai naik drastis, " ucapnya. (Lies)
Editor : BM
Komentar Anda :