Kasus Positif Covid 19 Meningkat, Kota Banjar Belum Sedia Alat Apheresis
Kamis, 01-07-2021 - 12:29:55 WIB
Banjar-Alat apheresis berfungsi memisahkan antara sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma konvalesen yang dapat membantu penyembuhan pasien Covid 19. Plasma konvalesen umumnya diambil dari orang yang telah sembuh atau penyintas Covid-19. Plasma tersebut nantinya digunakan untuk terapi penyembuhan mereka yang positif Covid-19 dengan syarat penyintas Covid-19 yang menjadi pendonor itu sudah memiliki antibodi.
Seiring meningkatnya kasus positif Covid 19, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjar mengaku belum memiliki alat apheresis. Selain karena mahal, pendonor plasma konvalesen juga sulit ditemukan.
"Alat apheresis itu mahal dan pendonornya pun harus memenuhi beberapa syarat sehingga sulit didapat," jelas Supratman, ketua PMI Kota Banjar kepada MyPos.id, Rabu (1/7/21).
Supratman memastikan, PMI Kota Banjar akan melakukan upaya untuk mendapatkan alat apheresis tersebut dengan mengajukan bantuan ke Pemerintah daerah, Provinsi dan PMI pusat.
"Untuk petugasnya kami sudah siap, tinggal kita berupaya untuk mendapatkan alatnya," tambah Supratman.
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pendonor plasma diantaranya berusia 17 hingga 60 tahun, diutamakam pria, tidak memiliki komorbiditas, 3 bulan dinyatakan sembuh dari Covid 19 disertai memiliki antibodi, dan berat badan minimal 60 kilogram.
Di beberapa wilayah, sudah banyak pasien Covid 19 yang sembuh setelah mendapatkan donor plasma konvalesen dari penyintas Covid 19.
Diharapkan Kota Banjar sudah memiliki alat apheresis untuk mempercepat penyembuhan pasien Covid 19 yang saat ini melonjak tinggi.(cup)
Komentar Anda :