Siswa dan Guru Positif Covid-19, PTM 7 Sekolah di Banjar Jabar Dihentikan
Jumat, 18-02-2022 - 09:30:23 WIB
Banjar-Menyusul terpaparnya siswa dan guru, 7 sekolah di Kota Banjar, Jawa Barat saat ini ditutup sementara. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sebelumnya dilakukan, kini terpaksa dihentikan dan kembali belajar secara daring. Satgas Covid-19 Kota Banjar mencatat siswa yang positif Covid-19 itu diduga kuat karena terpapar dari orang tuanya yang sudah bepergian keluar kota.
Sekretariat Satgas Covid-19 Kota Banjar, Edi Herdiyanto Setelah kami telusuri siswa yang terpapar Covid-19 itu kontak erat dengan orang tuanya yang baru saja tiba dari luar kota," ucap petugas sekretariat Satgas Covid-19 Kota Banjar, (17/2/22).
Edi menambahkan, selain siswa juga terdapat guru yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian dari siswa dan guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, kini menjalani isolasi terpusat dan isolasi mandiri.
Sementara pihak Dinas Pendidikan Kota Banjar mencatat terdapat 4 SMP yang ditutup sementara dan PTM dihentikan. Keempat sekolah itu adalah SMP Negeri 1 Kota Banjar, SMP Negeri 3 Kota Banjar, SMP Al-Falah dan SMP Huswatun Hasanah.
"Terdapat siswa dan guru yang positif Covid-19 dan kami terpaksa harus menghentikan sementara PTM hingga kondisi sudah membaik," jelas Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjar, Ahmad Yani.
Sekolah tingkat menengah atas yang juga ditutup sementara dan PTMnya dihentikan yakni SMK Negeri 2 Kota Banjar, SMK Negeri 3 Kota Banjar, dan SMA Negeri 2 Kota Banjar. Sementara sisanya yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 4 Kota Banjar diberlakukan PTM 50 persen.
Dinas Kesehatan Kota Banjar mencatat terjadi lonjakan kasus Covid-19 dalam dua pekan ini. Hingga Kamis (17/2/22) tercatat sudah lebih dari 116 kasus terkonfirmasi dengan 5 orang dirawat di RSUD Banjar, 8 orang menjalani isolasi terpusat di RS Asih Husada dan sisanya menjalani isolasi mandiri. Terkait vairan Covid-19, Dinas Kesehatan belum bisa memastikannya.
Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Banjar, Dr ika Rika Rohantika Belum keluar hasil dari laboratorium kesehatan daerah atau Labkesda Provinsi Jawa Barat.
Dr ika meminta agar semua pihak semakin ketat menerapkan protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas atau aktivitas di luar rumah. (Cup)
Komentar Anda :