EMA RUKMINI TINGGAL DIRUMAH TIDAK LAYAK HUNI. BOAS INDONESIA: POTRET BURAM KOTA IDAMAN
Pemuda dari Bobotoh Aswaja (BOAS) Indonesia mengunjungi Ema Rukmini atau biasa disebut Ema Eruk, seorang lansia yang harus menghadapi perjuangan hidup dengan begitu berat, tinggal sebatang kara dirumah yang hanya berukuran 2,5m X 2m disalah satu wilayah Kelurahan Pataruman Kota Banjar.
Duff Sudrajat atau yang akrab disapa Ajat sebagai salah seorang dari Bobotoh Aswaja Indonesia menyebutkan, kondisi Ema Eruk merupakan salah satu potret buram Kota Idaman.
Dalam kesehariannya Ema Eruk merasakan hidup dalam kesendirian dan penuh dengan kesengsaraan, terlebih lagi sudah hampir delapan bulan terkahir Ema Eruk tidak bisa berjalan normal akibat derita sakit pada kaki kirinya karena terjatuh.
"Bertahun-tahun tinggal rumah yang sangat kecil diatas tanah milik orang lain, tempatnya yang berada di ujung permukiman masyarakat, berdada di tengah kebun juga sisi pesawahan membuatnya semakin memprihatinkan dan tentunya sangat jauh dari kata layak." Kata Ajat.
Menurut pengakuan Ema Eruk, dirinya tak jarang mengalami kesusahan terutama pada malam hari, belum lagi apabila cuaca hujan disertai geledek, baginya sangat mengkhawatirkan. Kurangnya lampu penerangan, lokasi dengan tetangga yang cukup jauh dan juga kondisi akses jalan yang licin, bahkan sempat pada suatu waktu saat dirinya sakit selama dua hari dua malam, tanpa ada makanan yang dapat dikonsumsi bahkan air minum saja tidak ada. Tidak banyak yang bisa dilakukan Ema Eruk saat itu, melainkan hanya bisa menangis.
"Saat ini harapan dari Ema Eruk salah satunya adalah ingin pindah tempat dan bisa mendapatkan rumah tinggal yang layak, namun dirinya mengeluhkan bahwa hingga saat ini harapan tersebut masih belum bisa terealisasikan." Terang Ajat.
Lebih lanjut Ajat mengatakan bahwa sangat ironis jika kita melihat disekeliling masih ada orang-orang yang kekurangan, jauh dari kesejahteraan dan masih belum mendapatkan kehidupan yang layak.
"Dengan kedatangan kawan-kawan dari Bobotoh Aswaja setidaknya dapat menghibur serta berbagi kebahagiaan, meski disadari masih belum cukup dan belum memenuhi apa yang menjadi harapan dari Ema Eruk. Selain itu, keberadaan Ema Eruk merupakan sebuah tamparan bagi kita semua agar lebih bersyukur dan lebih melihat orang-orang disekitar kita." Terangnya.
PEMERINTAH DIMINTA UNTUK LEBIH MEMPERHATIKAN KONDISI MASYARAKATNYA
Melihat kondisi Ema Eruk yang seperti itu, seharusnya menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan para pemangku kebijakan. Sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kota Banjar ini, maka masyarakat seperti Ema Eruk ini harus menjadi salah satu fokus dari pemerintah.
"Sudah sepatuynya menjadi tugas dan tanggung jawab negara melalui pemerintahnya dalam mensejahterakan dan menjamin setiap masyarakat agar terpenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan, termasuk didalamnya mendapatkan tempat tinggal yang layak." Tegas Ajat
Ajat berharap semoga kita semua dapat saling membantu serta saling bahu-membahu untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi khususnya di Kota Banjar, serta kami berharap pemerintahan Kota Banjar lebih tanggap serta lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya, agar Kota Banjar sebagai Kota Idaman benar-benar menjadi Idaman semua orang.
Komentar Anda :