Budi HMI : Agendakan LK 2 Tingkat Nasional, Kota Banjar Terkendala Belum Tersedianya Tempat Yang Refresentatif Untuk Acara Bersifat Nasional
Senin, 08-08-2022 - 12:21:31 WIB
Banjar - Dalam rangka melaksanakan program Kerja, HMI Kota Banjar telah mengagendakan pelaksanaan Intermediate Training (LK2) tingkat nasional yang direncanakan akan diselenggarakan pada bulan September atau Bulan Oktober tahun ini. Selain pelaksanaan LK2 tingkat nasional, kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh HMI yaitu pengkaderan ke-Kohatian atau Latihan Khusus Kohati ( LKK) tingkat nasional dan Senior Course ( SC).
Latihan Kader tingkat 2 (LK 2) dalam HMI adalah upaya HMI membina kader-kader yang mampu menjadi tulang punggung organisasi yang akan menyongsong peradaban yang ideal menurut HMI yaitu terciptanya Masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.
Menurut Ketua HMI Kota Banjar Budi Nugraha, dalam agenda LK 2 tingkat nasional tersebut berbagai persiapan sudah mulai dilakukan oleh HMI Kota Banjar diantaranya akan sowan ke senior-senior HMI yang nantinya akan menjadi pemateri dalam LK 2 nanti.
" Untuk LK 2 tingkat nasional akan mencoba mendatangkan tokoh-tokoh nasional yang merupakan senior-senior HMI.
Kami akan mencoba sowan ke senior-senior HMI yang ada di pusat, yang nantinya akan menjadi pemateri di LK 2 tingkat nasional nanti, " ucapnya saat ditemui, Senin (08/08/2022).
Di balik berbagai persiapan untuk LK 2 tingkat nasional, saat ini yang menjadi kendala dalam pelaksanaan LK 2 nanti adalah belum tersedianya tempat yang refresentatif yang bisa digunakan HMI Kota Banjar dalam penyelenggaraan Intermediate Training ( LK 2 ) nanti.
" Ketika kita mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat nasional, harusnya ada feed back untuk Kota Banjar.
Seperti eksistensi Kota Banjar karena pesertanya ada dari luar Banjar, kemudian mendatangkan tokoh-tokoh nasional, dan minimal mereka bisa belanja di Kota Banjar yang artinya ada perputaran ekonomi di Banjar, sehingga meningkatkan PAD Kota Banjar, " ucapnya.
Budi menambahkan, ini harus menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kota Banjar, minimal mempunyai tempat yang cukup refresentatif, tempat yang mempunyai nilai untuk Kota Banjar.
" Ketika kita mendatangkan tokoh-tokoh nasional dalam suatu acara, dengan kendala tempat yang kurang menunjang acara besar yang bersifat nasional, mereka merasa kecewa. Sehingga akhirnya harapan kita untuk mendapatkan feed back bagi Kota Banjar dengan acara yang kita selenggarakan tidak terwujud, " ungkapnya. (Lies)
Editor : BM
Komentar Anda :