⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Dampak Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi, Ribuan Hektare Sawah Di Dua Kecamatan Terancam Gagal Panen
Selasa, 30-08-2022 - 19:01:14 WIB
TERKAIT:
   
 

Banjar - Para petani yang bergabung di Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ( HKTI) Kota Banjar mendatangi Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS ) Citanduy untuk menyampaikan keluhannya terkait dampak proyek rehabilitasi saluran irigasi yang saat ini


Proyek rehabilitasi saluran irigasi yang saat ini tengah dikerjakan secara otomatis menutup total saluran air irigasi yang selama ini mengaliri ribuan hektare sawah di Kota Banjar, khususnya di lahan pertanian yang berada di Kecamatan Pataruman dan Kecamatan Langensari.


Seperti disampaikan oleh Ketua KTNA Kota Banjar Abdul Kholik Ibrahim, pihaknya mewakili petani yang mengeluhkan kekeringan lahan sawah yang merupakan dampak dari proyek rehabilitasi saluran irigasi Lakbok Utara yang saat sedang dikerjakan.


" Petani mengeluhkan dampak dari pekerjaan proyek tersebut.
Saat ini umur padi yang sedang digarap para petani sekitar 40 - 60 hari, dimana umur padi seperti sekarang itu sedang sangat membutuhkan pengairan. Kalau saluran irigasi ditutup total sampai bulan Oktober, kemungkinan petani akan mengalami gagal panen, " ucapnya seusai mencoba menemui pihak BBWS, Selasa(30/08/2022)


Saat ini sekitar 1.200 hektare sawah yang berada di Kecamatan Pataruman dan Kecamatan Langensari mengalami kekeringan.
Dan dampak ke depannya petani terancam gagal panen untuk tanam panen saat ini.


" Kalau estimasi setiap hektare menghasilkan 6,4 ton, kurang lebih 7.500 ton yang gagal panen, kalau dikali Rp. 400rb, bisa Rp. 30 milyar kerugian yang akan dialami para petani.
Dampaknya untuk Kota Banjar yang surplus padi 6 bulan ke depan, bisa menjadi minus. Karena lumbung padi Kota Banjar itu ada di Kecamatan Pataruman dan Kecamatan Langensari, " papar Ketua KTNA Kota Banjar.


Dengan mencoba mengajak bermusyawarah dan memberi masukan kepada pihak BBWS, kami berupaya bagaimana solusinya dengan adanya masalah ini. Proyek rehabilitasi saluran irigasi tetap berjalan dan petani juga terselamatkan.


" Jangan sampai proyek bersikukuh dengan jadwal yang telah disepakati diawal, yang rencananya sampai akhir bulan Oktober, namun para petani tidak bisa diselamatkan.
Pada prinsipnya kami menginginkan adanya solusi yang bisa menyelamatkan para petani, " tandasnya.


Saat kedatangan para petani yang diwakili oleh KTNA dan HKTI Kota Banjar didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, dari pihak BBWS belum bisa memberikan jawaban atas keinginan dan harapan dari para petani.




 
Berita Lainnya :
  • Dampak Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi, Ribuan Hektare Sawah Di Dua Kecamatan Terancam Gagal Panen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved