⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Farmer's Field Day Dalam Rangka Antisipasi Kelangkaan Pupuk Subsidi dan Non Subsidi
Sabtu, 11-03-2023 - 18:20:59 WIB
TERKAIT:
   
 

Banjar - Dalam rangka untuk menyampaikan informasi seputar pertanian, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Banjar mengadakan Farmer's Field Day atau acara kunjungan petani ke lapangan yang diadakan di Kelompok Tani Mulyasari Desa Langensari Kecamatan Langensari Kota Banjar, Sabtu ( 11/03/2023).


Farmer's Field Day kali ini dilakukan untuk antisipasi kelangkaan pupuk subsidi dan non subsidi. Seperti yang disampaikan Ketua KTNA Kota Banjar Abdul Kholik Ibrahim, dimana pupuk yang subsidi itu quota nya dikurangi oleh pemerintah, yaitu hanya 70 persen dari kebutuhan, dan ini otomatis akan ada kekurangan pupuk.


" Maka kita mencari alternatif, tentunya yang terjangkau oleh petani, sebelum petani itu beralih ke pupuk organi, karena kita harus mempersiapkan dulu SDM nya. Untuk permasalahan tersebut, saat ini kita bekerja sama dengan PT SNM selaku distributor pupuk SARIKAYA, " ucapnya.


Lebih lanjut Kholik menyampaikan, dalam SARIKAYA sudah terpenuhi unsur hara mikronya dengan harga terjangkau. Sehingga PT SNM akhirnya didorong untuk ke lapangan supaya bisa membantu petani. Sambil petani nya diedukasi, sehingga petani bisa membuat pupuk sendiri, dan petani pun tidak terbebani dengan harga sarana produksi yang melambung.


" Petani di sini sendiri terlihat antusias dengan adanya SARIKAYA ini, karena ini juga menjadi sebuah Laboratorium lapang. Di mana lahan yang diuji coba itu milik petani yang diaplikasikan dari mulai tanam sampai sekarang umurnya kurang lebih 45 hari.
Dan bisa dilihat hasilnya, dari yang menggunakan dengan yang tidak. Dan yang penting produknya sendiri ramah lingkungan, " papar Ketua KTNA.


Ke depannya petani di Banjar diharapkan bisa meningkatkan kemampuannya secara sumber daya manusia nya, sehingga mereka mampu mengelola lahannya dengan analisa usaha yang cerdik, sehingga dengan modal yang minimal bisa menghasilkan hasil yang maksimal.


" Dan tentunya juga semoga Pemerintah memberikan apresiasi dan perhatian yang lebih kepada petani. Kenapa? Karena petani pahlawan pangan yang menyiapkan pangan bagi masyarakat yang lain. Dan pangan ini harus memenuhi syarat, yaitu halal dan baik," harapnya.


Sementara itu salah seorang petani sekaligus Ketua kelompok Tani Mulyasari, Sutono menyampaikan pengalamannya setelah menggunakan produk SARIKAYA untuk lahan pertaniannya. Menurutnya produk SARIKAYA ini sudah terbukti secara teknologi. SARIKAYA juga sudah termasuk paket lengkap, dimana kandungan di dalamnya sudah sangat lengkap.


" Saya mengaplikasikan dari umur 10 hari, kemudian setelah 1 minggu diaplikasikan kembali, jadi setiap 7 hari diaplikasikan atau disemprotkan hasilnya sangat bagus. Dan hasilnya akan terlihat pas panen nantinya," ucapnya.


Saat ini penggunaan pupuk SARIKAYA sangat diminati petani di Langensari, selain harga yang cukup terjangkau yaitu Rp.55.000 per 1 kg, yang bisa digunakan untuk lahan seluas 150 bata untuk 4 kali aplikasi. Dan bisa didapatkan di Kios Kelompok Tani Mulyasari Langensari.


Ketua Kelompok Tani Mulyasari ini pun berharap para petani di Langensari harus lebih meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya.


" Jadi kami perlu lebih mendapatkan sosialisasi terkait penyakit, hama, maupun penggunaan pupuk. Itu untuk meningkatkan SDM petani," harapnya. (Lies/BM) 




 
Berita Lainnya :
  • Farmer's Field Day Dalam Rangka Antisipasi Kelangkaan Pupuk Subsidi dan Non Subsidi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved