Pi Network Galuh Community Menggelar Silaturahmi Kedua Bersama Anggota dari Tatar Galuh wilayah Priangan Timur
Banjar - Pi Network Galuh Community menggelar silaturahmi kedua bersama anggota dari Tatar Galuh wilayah Priangan Timur yang melingkupi Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran. Ketua Paguyuban Pi Network Galuh H . Johandi, S.Pd., mengatakan, tujuan pertemuan kedua ini untuk silaturahmi dan juga membentuk kepengurusan organisasi sesuai visi misi komunitas.
"Visi komunitas Pi Network Tatar Galuh yakni menjalin silaturahmi Pioneer Tatar Galuh. Kemudian Mencerdaskan dan mensejahterakan Pioneer Tatar Galuh," kata H Johandi, di Situ Mustika, Minggu (12 Maret 2023).
Johan juga menjelaskan, misi komunitas Pi Network Galuh adalah maju bersama Pioneer dalam membangun Tatar Galuh untuk hidup lebih sejahtera.
"Latar belakang berdirinya organisasi ini didasari senasib sepenanggungan yang mempunyai keinginan untuk maju bersama dan berkeadilan, dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan," katanya.
Dalam membangun ekosistem ini, lanjut Johan, ada 15 item yang nantinya bisa dibangun menjadi badan usaha Pi Bisnis yang dijalankan oleh komunitas. Di antaranya Pi Exchanger, Pi Tour & Travel, Pi Developer atau Pengembang, Pi Rumah Sakit, Pi Export Import, Pi Store (sembako), Pi Pertanian atau Agro Busines, Pi Peternakan, Pi Perikanan, Pi Show Room, Pi Perdagangan Umum, Pi Industri atau Pabrikasi, Pi Fresh Mart, Pi Sekolah atau Perguruan Tunggi atau Pondok Pesantren, Pi Perhotelan.
"Kami ingin mengembangkan potensi badan usaha komunitas ini dari pioneers untuk pioneers, tidak berafiliasi dengan siapa pun," katanya.
Senada, Pembina dan Pengawas Pi Network Tatar Galuh Budi Hartono Soekarna menjelaskan, Pi Network adalah sebuah jaringan aset crypto yang memungkinkan pengguna seluler untuk menambang koin Pi dengan aplikasi yang ada di smartphone. Cukup dengan satu buah smartphone, masyarakat sudah bisa menambang crypto dengan satu kali klik setiap 24 jam.
Pi Network kata Budi Hartono, didirikan sejak tahun 2018 oleh akademisi Stanford University yaitu Nicolas Kokkalis dan Chengdiao Fan dengan tujuan agar semua orang bisa menggunakan uang digital. Aplikasi dan whitepaper Pi Network resmi dirilis ke publik pada 14 Maret 2019.
"Pi Network adalah proyek penambangan crypto yang menggunakan ponsel. Pi Network menciptakan crypto, para penambangnya dikhususkan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Semua handhpone bisa menambang tapi diusahakan di atas 2GB, ada beberapa aplikasi yang harus dipasang untuk mendukung dan menjalankan penambangan crypto," katanya.
Budi juga menjelaskan, penambangan crypto di Pi Network lebih mudah dan simple. Bahkan untuk mendapatkan kecepatan dalam penambangan, bisa mengajak pendaftar baru dengan memberikan kode undangan (kode refferal) dan memasukan kode tersebut ketika pendaftaran akun baru.
"Aplikasi Pi Network memiliki aplikasi yang dapat di unduh pengguna Android dan iOS. Setelah mengunduh aplikasinya, pengguna diharuskan mendaftar terlebih dulu dengan membuat username dan password. Kemudian pengguna akan diarahkan untuk melakukan verifikasi Know Your Customer (KYC). Untuk KYC, biasanya pengguna diharuskan untuk memverifikasi alamat email, nomor ponsel, dan akun Facebook. Jika sudah memiliki tautan referal, maka pengguna akan bisa menambang Pi Coin," katanya.
Komentar Anda :