UPTD Damkar BPBD Kota Banjar Memberikan Pelatihan Penanganan Kebakaran Kepada Pegawai Pengelola Bangunan.
Rabu, 02-08-2023 - 07:31:14 WIB
BANJAR - Mencegah terjadinya kebakaran hingga menimbulkan korban jiwa, UPTD Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar memberikan pelatihan penanganan kebakaran ke pegawai pengelola bangunan. Pelatihan ini dimaksudkan agar setiap orang yang bekerja disebuah bangunan memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran. Sehingga tidak hanya sarana prasarana dalam sebuah bangunan tetapi tentunya juga sumber daya manusianya.
"Pelatihan ini tentang bagaimana penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung. Terutama di rumah sakit serta kesiapan suatu bangunan atau gedung dalam merencanakan atau membuat managemen bagaimana proteksi kebakaran. Baik dari kontruksi bangunan dsn SDM didalamnya," ujar Kepala UPTD Damkar Kota Banjar Aam Amijaya (1/8/2023).
Aam menjelaskan, pelatihan ini juga untuk mendorong agar sarana dan prasarana alat proteksi kebakaran tersedia. Tak hanya itu, sumber daya manusiapun juga siap dan memahami ketika dalam kondisi kebakaran. Sementara untuk proteksi alat kebakaran di Gedung Rumah Sakit Umum Banjar Patroman sudah tersedia, dan disini pihaknya hadir untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada pegawai agar paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran.
"Memang sudah dipersiapkan oleh pihak rumah sakit. Disini ada code red, code blue, code yellow dan code white. Code red untuk penanganan pertama kebakaran, code blue untuk evakuasi pasien, code white untuk evakuasi arsip, dan code yellow untuk alat-alat kesehatan. Ini disampaikan bagaimana managemen proteksi kebakaran gedung, bagaimana gedung maupun SDM ini harus siap memproteksi kebakaran," katanya.
Pelatihan ini, kata Aam, pihaknya juga mengajarkan bagaimana cara memadamkan api. Baik secara tradisional maupun menggunakan alat pemadam api ringan. Dimana karyawan disini diharapkan bisa melaksanakan praktek pemadaman baik secara tradisional menggunakan karung goni basah dan lain sebagainya juga menggunakan apar.
"Semoga kegiatan ini, baik dari gedung sudah siap menghadapi kebakaran dan juga SDM jangan sampai kita berkaca dari kejadian kebelakang di wilayah Solo yang mengakibatkan pasien dua orang meninggal dunia itu salah satu faktor penyebabnya adalah telatnya menghubungi damkar karena berdasarkan informasi satu jam setelah kebakaran pihak managemen rumah sakit baru menghubungi Damkar. Diharapkan apabila sudah terbentuk sdm managemennya ada petugas khusus yang ditugaskan untuk menghubungi pihak Damkar. Jadi semua tidak berkutat melakukan penanganan tetapi ada petugas yang ditugaskan untun menghubungi pihak luar yaitu dengan Damkar itu sendiri," tutur Aam Amijaya.
Terpisah, perwakilan RSU Banjar Patroman Asep Halim menyampaikan bahwa pelatihan penanganan kebakaran ini menjadi sesuatu hal yang penting. Terutama bagi instansi yang pebih terhadap pelayanan kesehatan dan banyak orang sakit. Sehingga civitas dan civitalia memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana kebakaran.
"(Pelatihan) Sangat penting, mungkin kami ini perusahaan atau mungkin instansi yang mengelola pasien orang sakit. Bencana tidak ada kalender, kapan saja akan terjadi. Ketika ada bencana kita seluruh civitas, civitalia harus siap siaga. Kami berharap civitas civitalia RSU Banjar Patroman mampu minimal satu mempunyai pengetahuan tentang kegawatdarurat bencana. Setelah itu baru kita bicara evakuasi atau pelayanan ke orang lain," tutur Asep Halim.
Komentar Anda :