Puluhan Generasi Milenial & Gen Z di Desa Rejasari, Dusun Sampih Kota Banjar, berkumpul melakukan diskusi bersama Kang Danial.
Para generasi milenial & Gen Z saling bertukar pikiran bersama Kang Danial dalam agenda Nimbrung di Buruan (NdB) yang ke 8 dari dusun ke dusun di Kota Banjar.
NdB merupakan suatu wadah para relawan, untuk bersama-sama saling membahas persoalan dari akar rumput secara langsung.
Dalam wadah NdB tersebut mempunyai tiga essensi yang selalu dijalankan oleh para relawan setiap pertemuan, diantaranya:
1. Konsolidasi organisasi bersama relawan demokrasi tingkat lingkungan
2. Membangun gerakan edukasi dan puritansi demokrasi
3. Curah gagasan pemuda tentang pembangunan di Kota Banjar.
Menurut Kang Danial dalam tiga aspek essensi NdB tersebut, bagian dari ikhtiar membangun demokrasi yang berkualitas dari tingkat dusun ke dusun.
"Kami bersama para relawan dan tim Jaringan Demokrasi (Jadi), melakukan ikhtiar membuat NdB, guna memberikan spirit budaya demokrasi yang berkualitas," kata dia.
Selain dari pembahasan mengenai pendidikan demokrasi, juga membahas mengenai persoalan-persoalan di akar rumput dari berbagai aspek.
"Kami membahas mengenai persoalan ekonomi, pendidikan, persoalan yang dihadapi oleh para generasi milenial & Gen Z juga," katanya.
Persoalan yang sering dijumpai dari pertemuan NdB sejauh ini mengenai persoalan peluang pekerjaan.
"Sejauh ini persoalan dikalangan pemuda di akar rumput, yang sering dijumpai mengenai peluang pekerjaan," menurutnya.
Senada disampaikan oleh salah satu peserta dari kegiatan NdB Ahlan mengatakan bahwa peluang pekerjaan menjadi salah satu persoalan saat ini dikalangan anak muda.
"Saya sebagai perwakilan dari generasi milenial & Gen Z ketika lulus sekolah atau bahkan lulus kuliah S1, sulit untuk mendapatkan pekerjaan," menurutnya.
Ahlan juga menyampaikan, bahwa selaku pemuda ingin dilibatkan dalam berbagai kegiatan di Kota Banjar, guna bisa memberikan aspirasi dari kalangannya.
"Kami juga berharap selaku pemuda bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan, diantaranya bisa ikut andil menyumbang ide pemikiran untuk pembangunan di Kota Banjar," menurut Ahlan saat diwawancarai.
Selain dari itu Ahlan juga menginginkan para pemimpin nanti di Kota Banjar, selain melibatkan anak muda, juga inovatif, kreatif dan cerdas.
"Kami menginginkan pemimpin di Kota Banjar bisa melibatkan anak muda, juga mempunyai inovatif, kreatif dan cerdas," pungkasnya.
Komentar Anda :