⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Dan IPEC Membuka Secara Resmi Kegiatan Diskusi Bertema 'Mewujudkan Efisiensi Logistik Nasional'
Selasa, 02-07-2024 - 17:03:54 WIB
TERKAIT:
   
 

 


JAKARTA-- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Indonesia Port Editors' Club (IPEC) mendorong terwujudnya efisiensi distribusi dan lalu lintas logistik nasional, sehingga meningkatkan perekonomian negara. Diskusi yang digelar IPEC ini menjadi ajang interaktif solusi guna mengidentifikasi persoalan kendala kelancaran arus barang, agar terwujud layanan logistik yang efektif dan efisien.


Komang membuka secara resmi kegiatan Diskusi bertema 'Mewujudkan Efisiensi Logistik Nasional' yang digelar Indonesia Port Editors' Club (IPEC). "Bagi pelaku usaha logistik, efisiensi dan transportasi selalu menjadi perhatian nomor satu. Karena itu pelaku usaha membutuhkan interaksi yang sederhana dan integrasi," kata Kasubdit Pelayanan Jasa dan Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan I Komang Wisnu Dananjaya, Selasa (2/7), saat acara Ngobrol Santai : "Mewujudkan Efisiensi Logistik Nasional", di Hotel Sunlake Waterfront Resort & Convention, Jl Sunter Agung, Jakarta Utara.


Hal itu merupakan tantangan bersama bagi para pemangku kepentingan dan sangat membutuhkan dukungan dan kolaborasi dalam platform logistik pemerintah, yang di integrasikan dalam satu sistem yang efisien. Semangat efisiensi dan efektivitas ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang akan giat mengatur strategi efisiensi melalui National Logistik Ecosystem (NLE).


Komang, mengungkapkan NLE, diharapkan dapat menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional sejak kedatangan, sarana pengangkut, hingga barang tiba di gudang, termasuk perizinan dan penyelesaian dokumen pengiriman yang diintegarasikan dalam satu sistem kemudahan 'single submission'.


"Kolaborasi platform logistik pemerintah dan swasta yang diintegrasikan dalam single submission telah sejalan dengan semangat Ditjen Hubla Kemenhub," ujarnya.


Lebih lanjut, kata Komang mengungkapkan Ditjen Hubla (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut) Kemenhub terus mengikuti arus perkembangan zaman melalui digitalisasi, salah satunya proses pelayanan kapal dan barang melalui sistem inaportnet. Bahwa untuk memudahkan akses layanan logistik, kolaborasi sistem-sistem pemerintah khususnya di pelabuhan, Lembaga National Single Window telah mengembangkan sistem aplikasi terkolaborasi yang disebut Sistem Single Submission Pengangkut atau SSm Pengangkut saat ini telah di uji coba di 46 Pelabuhan.


Sementara itu, Ketua FIATA Regional Asia Pasifik Yukki Nugrahawan Hanafi, mengatakan bahwa diskusi bertema 'Mewujudkan Efisiensi Logistik Nasional' yang digelar IPEC, mendorong agar mulai mempersepsikan bahwa kinerja logistik nasional kini lebih baik. Kalau sekarang kita mulai mempersepsikan yang baik-baik maka saya meyakini (kita lihat dua bulan ke depan) saya optimis investasi juga akan lebih banyak masuk ke Indonesia.


"Agar Indonesia tidak terpengaruh dengan penilaian World Bank atau Bank Dunia pada tahun lalu telah merilis Logistics Performance Index (LPI) Indonesia di peringkat 63 dengan nilai 3.0, pada tahun 2023. Biaya logistik nasional pun, dinilai World Bank pada tahun itu masih tergolong tinggi, yaitu 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)," tandas Yukki.


Yukki, menjelaskan kita jangan terpengaruh dengan penilaian Bank Dunia itu, Itu cuma persepsi. Marilah ke depan kita bicara baik soal logistik nasional ini. Untuk mendongkrak LPI itu, menilai diperlukan kolaborasi antar pemangku kepentingan, penguatan konektivitas dan transportasi serta infrastruktur, termasuk teknologi dan informasi yang berkaitan erat dengan kinerja logistik.


"Biaya logistik ditentukan dari pergerakan dan kenaikan volume. IPEC merupakan wadah jurnalis yang melakukan peliputan di sektor kepelabuhanan, pelayaran, transportasi dan logistik, ingin memberikan sumbangsih positif melalui forum diskusi tersebut," imbuh Yukki.


Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan, mengatakan bahwa perlu ada lembaga yang menangani khusus soal isu isu logistik. "Perlu ada lembaga atau mungkin kementerian yang urusi soal logistik," kata Akbar.
Praktisi Shipping Asmari Heri, menjelaskan bahwa kini saatnya Indonesia mendengungkan bahwa logistik nasional ini sudah lebih baik dari pada negara- negara lain di dunia. "Kalau pelabuhan-pelabuhan lain di luar negeri saat Covid -19 terjadi kongesti, sementara di pelabuhan Indonesia tidak pernah terjadinya kongesti," ujarnya. Direktur Utama Subholding Pelindo Solusi Logistik (SPSL) Joko Noerhudha, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penataan kargo di pelabuhan sesuai spesifikasinya untuk mewujudkan efisiensi logistik nasional. Diskusi itu, juga menghadirkan Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo] Tata Djuarsa, dan Sekjen DPP APBMI AJD Korompis. "Selain itu, turut dihadiri para pemangku kepentingan dan asosiasi pengguna dan penyedia jasa pelabuhan, pelayaran, maupun transportasi dan logistik," katanya. (dade)




 
Berita Lainnya :
  • Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Dan IPEC Membuka Secara Resmi Kegiatan Diskusi Bertema 'Mewujudkan Efisiensi Logistik Nasional'
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved