JAKARTA-- Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke II pada 20 Februari 2025 di Hotel Aryaduta Jakarta, dengan agenda memilih Ketua Umum ABUPI periode 2025-2030. Kegiatan yang menjadi forum penting bagi anggota ABUPI berjumlah 116 di seluruhnya Indonesia itu, setiap periode lima tahun sekali untuk memilih Ketua Umum ABUPI periode 2025-2030.
Wakil Ketua Umum bidang Regulasi ABUPI Ariyanto Purboyo, didampingi Sekjen ABUPI Liana Trisnawati, dan Wakil Ketua Umum bidang Kemitraan ABUPI, Sony Sindjaya, serta Korwil ABUPI Jawa Tengah yang juga Ketua Munas ABUPI ke II, Mindo Sitorus.
Ariyanto, mengatakan tujuan.utama Munas adalah untuk memilih Ketua Umum ABUPI periode 2025-2030 dan untuk merumuskan arah dan kebijakan serta menghasilkan kesepakatan dan langkah konkrit yang akan menjadikan acuan Ketua Umum dan kepengurusan terpilih dalam melaksanakan program-program strategis ke depan, serta merumuskan rekomendasi yang diharapkan dapat mendorong kebijakan yang lebih mendukung perkembangan pelabuhan di Indonesia.
"Munas ABUPI 2025 diharapkan terjadi dialog yang konstruktif, sehingga ABUPI dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pelabuhan dan memperkuat kolaborasi antara anggota, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam rangka meningkatkan efisiensi dan daya saing pelabuhan Indonesia di kancah global,” kata Ariyanto, saat acara Media Gathering ABUPI, di Rumah Makan Mang Engking, Kelapa Gading Jakarta Utara, Selasa (10/12).
Lebih lanjut, kata Ariyanto mengungkapkan sebelum pelaksanaan Munas akan dilaksanakan Pra Munas pada 6 Februari 2025 untuk mendiskusikan isu-isu terkini yang dihadapi oleh asosiasi dan anggotanya serta merumuskan kebijakan atau rekomendasi strategis yang akan dibawa ke Munas.Pra Munas kali ini, selain memilih Ketua Umum, ABUPI akan menyusun Buku Putih sebagai panduan strategis dan komprehensif dalam pengelolaan pelabuhan guna mendukung visi Indonesia Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Sekjen ABUPI Liana Trisnawati mengungkapkan buku ini mengidentifikasi terkait Peran pelabuhan dalam Indonesia Emas 2045. "Tantangan pengelolaan pelabuhan di Indonesia, starategi pengelolaan pelabuhan menuju Indonesia Emas, rekomendasi kebijakan untuk Pemerintah, dan visi pelabuhan masa depan untuk Indonesia Emas," tandas Liana.
Ariyanto, mengatakan ABUPI mendorong agar operasional pelabuhan-pelabuhan di Indonesia sebagai pusat logistik dan mengarah ke green port. "Kegiatan perusahaan anggota ABUPI itu beragam di pelabuhan mulai layani petikemas, multipurspose hingga pengelolaa alur, seraya berharap kedepan operasional pelabuhan-pelabuhan di Indonesia sebagai pusat logistik dan mengarah ke green port dan lebih kompetitif lagi," ungkap Ariyanto.
ABUPI merupakan wadah bagi pengusaha Indonesia dan merupakan induk organisasi perusahaan dan pengusaha yang bergerak dibidang Jasa Kepelabuhanan baik berbentuk Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
Ketua Umum ABUPI Ke II Mindo Sitorus menjelaskan ABUPI di bentuk dengan tujuan mendukung dan membantu Pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi di sektor Maritim, juga untuk menunjang serta memperlancar kegiatan bagi anggota asosiasi. "ABUPI juga menyediakan Konsultasi BUP/Tersus/TUKS serta melakukan Pendidikan dan Pelatihan sektor usaha tersebut," imbuhnya. (dade)
Komentar Anda :