HMI Cabang Ciamis audiensi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pertanyaan program yang tidak terealisasi
Ciamis, 14 April 2025- Bidang Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis soroti perencanaan pembangunan program Irigasi (Desa Bangunsari Kec. Pamarican, Desa Kutawaringin Kec. Purwadadi) dan Embung pertanian yang tidak terealisasi (Desa Bantardawa Kec. Purwadadi)
Kabupaten Ciamis merupakan salah satu wilayah Agraris di Provinsi Jawa Barat yang sebagian besar penduduknya bergantung pada hasil sektor pertanian. Dalam rangka mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan daerah, pemerintah kabupaten Ciamis telah menetapkan pembangunan infrastruktur pertanian seperti Irigasi dan Embung.
Berdasarkan hasil monitoring HMI Cabang Ciamis menemukan beberapa pembangunan Infrastruktur irigasi dan embung pertanian yang tidak terealisasiterealisasi sebagaimana yang sudah direncanakan.
" Dari awal perencanaan program dan sampai saat ini, ada beberapa titik yang secara pembangunan tidak jelas perencanaannya yaitu irigasi yang berada di dusun Kubagpari Desa Bangunsari kec. Pamarican dan beberapa waktu yang lalu menyebabkan banjir sehingga mengakibatkan lahan pertanian terdampak serta masyarakat tergagangu aktivitasnya. Kemudian irigasi berada di desa kutawaringin dan embung berada di Desa Bantardawa yang sampai saat belum ada realisasinya" Ujar wahyu
Hal itu pun diakui oleh kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan Ciamis Slamet Budi Wibowo "Terimakasih kepada adek-adek HMI Ciamis yang sudah silaturahmi ke DPKP Ciamis, betul apa yang disampaikan HMI Cabang Ciamis bahwa irigasi yang berada di bangunsari Pamarican menyebabkan banjir yang berdampak pada lahan pertanian dan warga yang ada disekitar irigasi tersebut. Lalu, untuk titik embung yang ada di desa Bantardawa dan irigasi di desa kutawaringin kec. purwadadi memang tidak direalisasikan"
Ketua Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Ciamis Wahyu ramdani juga mempertanyakan dari 28 titik pembangunan irigasi di kabupaten Ciamis sudah terealisasi berapa titik. Karena, apabila melihat pentingnya irigasi dan anggaran yang begitu besar sangat disayangkan apabila tidak Terealisasi sama sekali.
"Dari 28 titik yang sudah direncanakan baru terealisasi 14 titik" Jawab Budi
Sekretaris DPKP Armina menambahkan "Dari titik yang sudah direncanakan pasti tidak akan terealisasi semuanya, karena melihat anggaran yang tersedia"
Dari apa yang disampaikan kepala dinas dan Sekretaris Dinas pertanian dan ketahanan pangan Ciamis menandakan bahwa dari mulai perancangan, pelaksanaan serta pengawasan terhadap proyek embung irigasi tidak dilakukan dengan serius. Jika hal ini tetap terjadi maka Program Swasembada Pangan diciamis tidak akan terwujudkan.
Mengingat bahwa embung dan irigasi adalah program Tahun 2024 dan saat ini pun tengah ada Agenda Paripurna untuk membahas LKPJ Tahun 2024, itu menandakan DPKP Ciamis tidak komitmen dengan perencanaan yang sudah dibuatnya. Padahal masyakat dari titik yang sudah ditentukan berharap program itu terlaksanakan.
"Kami sangat menyesalkan Program embung dan irigasi ini tidak direalisasikan dengan maksimal, kami mendesak DPKP Ciamis untuk mempertanggungkanya dan kami akan menindaklanjuti hasil kajian dan temuan ke DPRD Ciamis" Pungkas wahyu ramdani
HMI Cabang Ciamis mengajak kepada seluruh masyarakat dan organisasi untuk sama-sama mengawasi dan memperhatikan setiap program pemerintah daerah agar bisa tterselenggarakan dengan sesuai dan tepat sasaran guna Ciamis yang lebih maju kedepanya
Komentar Anda :