⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
: Urgensi Perubahan Mindset Masyarakat Madura, Tantangan Serius Menuju Kemajuan
Selasa, 01-07-2025 - 01:19:40 WIB
TERKAIT:
   
 

 Masyarakat Madura dikenal luas dengan identitas keagamaannya yang kuat, budaya kerja keras, serta solidaritas sosial yang tinggi. Selain itu, pulau Madura juga menyimpan potensi besar dalam sektor sosial, ekonomi, dan keagamaan. Namun, di tengah kekayaan nilai dan tradisi tersebut, muncul persoalan mendasar yang sering luput dari perhatian: pola pikir atau mindset masyarakat.


Hal ini diangkat oleh Moh. Rizqy Maulidi, Wakil Ketua HMP Hukum Tata Negara STIT Al-Ibrohimy Bangkalan sekaligus kader HMI Cakraningrat. Dalam tulisannya, Rizqy menyoroti urgensi pembenahan fixed mindset yang masih melekat kuat di sebagian masyarakat Madura.


> “Kemajuan sebuah bangsa bukan hanya soal pembangunan infrastruktur atau ekonomi, tetapi juga sangat ditentukan oleh pola pikir masyarakatnya,” ujarnya.


 


Menurutnya, masyarakat Madura kini menghadapi stagnasi bahkan kemunduran dalam hal pola pikir, yang berdampak serius terhadap pembangunan sosial dan kultural. Fenomena seperti sikap anti-kritik, ketakutan terhadap perubahan, hingga fanatisme buta, menjadi indikator nyata dari lemahnya keterbukaan berpikir masyarakat.


Rizqy mengutip Carol S. Dweck dalam bukunya Mindset: The New Psychology of Success (2006), yang menjelaskan bahwa fixed mindset—yakni pola pikir yang meyakini bahwa bakat dan kecerdasan bersifat tetap—dapat menghambat inovasi dan semangat belajar. Ia mencontohkan ungkapan yang masih sering terdengar di Madura: “Gebey apah asekolah giteggih, munkeng akhirah ntar ngarek” (buat apa sekolah tinggi, kalau ujungnya cuma jadi tukang ngarit).


Ungkapan tersebut, lanjutnya, menandakan rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan di sebagian kalangan masyarakat Madura. Akibatnya, banyak pemuda potensial memilih tidak melanjutkan pendidikan karena merasa tidak ada gunanya.


Dalam buku Madura dalam Empat Zaman karya Kees van Dijk dan Roger Tol juga disebutkan bahwa perubahan sosial di Madura seringkali terhambat oleh struktur sosial tradisional yang belum didorong oleh pola pikir kritis. Sistem lama yang diwariskan turun-temurun masih membatasi ruang tumbuh masyarakat untuk berkembang lebih jauh.


Rizqy juga menguraikan beberapa faktor penyebab kuatnya fixed mindset ini, mulai dari minimnya fasilitas pendidikan yang layak, kurangnya akses terhadap informasi luar, hingga lemahnya peran tokoh masyarakat dalam menjadi agen perubahan.


Solusi: Revitalisasi Mindset Masyarakat Madura


Sebagai solusi, Rizqy menawarkan beberapa langkah strategis untuk mendorong perubahan mindset masyarakat Madura:


1. Revitalisasi Pendidikan Lokal
Kurikulum di sekolah dan pesantren perlu diarahkan pada pengembangan cara berpikir kritis, rasional, dan kreatif, bukan sekadar hafalan teori.



2. Pemberdayaan Tokoh Masyarakat
Tokoh agama, adat, dan pemuda harus menjadi garda depan dalam menyuarakan perubahan dengan pendekatan budaya yang tepat.



3. Gerakan Literasi dan Diskusi Terbuka
Forum diskusi harus dihidupkan kembali di berbagai ruang publik seperti mushola, balai desa, atau pesantren untuk menciptakan budaya tukar gagasan.



4. Pemanfaatan Media Digital secara Cerdas
Perlu dikembangkan platform edukasi berbasis lokal yang menggunakan bahasa dan budaya Madura untuk menyampaikan pesan modern dan progresif.


 


Perubahan mindset, tegas Rizqy, adalah fondasi dari pembangunan berkelanjutan. Tanpa transformasi pola pikir, sebaik apapun kebijakan pemerintah dan sebanyak apapun sumber daya yang dimiliki, tidak akan mampu memberikan hasil maksimal.


> “Investasi terbesar bagi masa depan Madura adalah investasi pada perubahan pola pikir masyarakatnya—agar mereka lebih adaptif, inovatif, dan visioner,” pungkas Rizqy.


 


Dengan semangat perubahan ini, diharapkan generasi muda Madura dapat menyongsong bonus demografi dan ikut bersaing dalam ranah nasional maupun global dengan bekal pemikiran terbuka dan mentalitas maju.


 




 
Berita Lainnya :
  • : Urgensi Perubahan Mindset Masyarakat Madura, Tantangan Serius Menuju Kemajuan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved