⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Cerita dari Balai-Balai Kampung: Kopi, Politik, dan Harapan Petani untuk Kampar
Minggu, 20-07-2025 - 18:24:01 WIB
TERKAIT:
   
 



Hkindonesia. Com. Di sebuah sore yang teduh di kampung-kampung Kabupaten Kampar, suara obrolan para petani menggema di balai-balai pinggir jalan. Di sanalah tempat mereka beristirahat setelah seharian membanting tulang di kebun. Sambil menyeruput kopi hitam yang diracik sederhana, mereka tak hanya melepas lelah, tapi juga berbincang tentang nasib daerah tercinta: Kampar.

Uniknya, meski tak duduk di kursi kekuasaan, para petani ini seolah lebih peka membaca arah angin politik. Nama Bupati Ahmad Yuzar kerap disebut, begitu pula perbincangan soal kabar-kabar yang beredar di media. “Katanya kepala dinas yang viral karena kerja bagus mau diganti,” celetuk seorang petani, disambut gelak tawa rekan-rekannya.

Namun tawa itu berubah menjadi nada serius ketika pembicaraan menyinggung soal Sekda. “Sekda itu wajib diganti. Kita butuh orang yang benar-benar bisa majukan Kampar,” ujar yang lain. Mereka bahkan menyebut masa Pj Bupati sebelumnya, Hambali, sebagai masa yang penuh beban. “Banyak proyek tak dibayar, utang pun ditinggalkan. Sekarang pemerintah terpaksa menanggungnya,” kata seorang petani tua sambil mengelus janggut.

Meski demikian, semangat mereka untuk mendukung perubahan tak padam. “Kalau ada yang ganggu kebijakan Bupati Yuzar, kita petani siap berdiri paling depan. Kalau perlu, kita bawa cangkul dan parang ke kantor bupati – bukan untuk bertarung, tapi untuk menjaga agar pembangunan tak diganggu oleh kepentingan politik,” ungkap seorang pemuda dengan semangat membara.

Yang menarik, dua nama tokoh putra Kampar juga mencuat dalam diskusi hangat itu: Jamil dan Zulkifli Sukur. “Kalau salah satu dari mereka dipilih jadi Sekda, kami senang. Yang penting, bangun negeri ini sepenuh hati,” tegas mereka serempak.

Begitulah cerita dari balai-balai kampung – tempat kopi diracik seadanya, tapi ide dan harapan untuk masa depan Kampar terus mengalir. Di sana, petani bukan sekadar pekerja ladang, tapi penjaga mimpi dan suara hati rakyat.(staf)



 
Berita Lainnya :
  • Cerita dari Balai-Balai Kampung: Kopi, Politik, dan Harapan Petani untuk Kampar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved