SALING SERANG TERKAIT LAHAN DI HUTAN LINDUNG, DEDI OSRI VS CAMAT KAMPAR KIRI HULU
Sabtu, 26-07-2025 - 21:30:33 WIB
Kampar – HKIndonesia.com
Konflik antara tokoh masyarakat Dedi Osri dan Camat Kampar Kiri Hulu, Bustamar, makin memanas, menyusul saling tuding terkait kepemilikan lahan di kawasan hutan lindung. Polemik ini menjadi sorotan publik, lantaran kedua belah pihak saling menyerang melalui pemberitaan di media berbeda.
Dedi Osri, dalam pernyataannya yang dimuat oleh media HKIndonesia, menuding Camat Bustamar secara langsung memiliki lahan di kawasan hutan negara. "Masa kami rakyat kecil diproses, sementara seorang camat yang jelas-jelas punya lahan di hutan lindung tidak disentuh. Seharusnya camat jadi contoh, bukan malah melanggar," ujar Dedi Osri dengan nada tegas.
Sebaliknya, Camat Kampar Kiri Hulu Bustamar yang dikutip oleh media online Fakta24.com membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan bahwa lahan tersebut bukan miliknya, melainkan milik anaknya yang membeli lahan yang sebelumnya telah ditanami dan dikuasai pihak lain.
“Memang benar anak saya pernah membeli lahan, namun itu dulunya sudah ditanami. Sebagai orang tua, kami sudah menasihati agar tidak membeli lahan tersebut. Tapi keputusan tetap ada pada anak kami. Dan saat ini, kami tidak pernah menghalangi proses dari Satgas PKH yang menjalankan program pemerintah untuk menertibkan kawasan hutan," jelas Bustamar.
Namun Dedi Osri tetap bersikeras, menyebut bahwa klaim camat tersebut hanyalah alibi belaka. "Saya tahu pasti itu bukan anaknya, tapi camat itu sendiri yang punya. Jangan bohongi publik," tegas Dedi.
Situasi ini pun menimbulkan perhatian masyarakat luas, khususnya soal komitmen penegakan hukum terhadap perambahan kawasan hutan lindung, baik oleh masyarakat biasa maupun pejabat.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Satgas PKH terkait status lahan yang dipersoalkan. Masyarakat berharap aparat penegak hukum bertindak adil dan transparan, serta menindak siapa pun yang terbukti melanggar aturan, tanpa pandang jabatan atau status sosial.
(Redaksi HKIndonesia – Liputan Investigasi)
Komentar Anda :