⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Masyarakat Pertanyakan Komitmen dan Janji Kontribusi Pembangunan Daerah
Pasca Gantikan Cabup Kampar, Raja Tapung Menghilang dari Publik
Senin, 04-08-2025 - 16:40:25 WIB
Raja Jaya Dinata, bergaya Bak Selebritis ditengah Kritikan Terhadap Dirinya
TERKAIT:
   
 

Bangkinang – Nama Raja Jaya Dinata, anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Kabupaten Kampar, kembali menjadi sorotan tajam publik. Setelah resmi dilantik menggantikan Repol sebagai bakal calon Bupati Kampar dari Partai Golkar, politisi muda ini justru menghilang dari panggung publik dan belum menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat yang diwakilinya.


Padahal, saat pelantikan beberapa waktu lalu, Raja Jaya Dinata secara tegas menyatakan komitmennya untuk ikut memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan Kampar, khususnya di bidang infrastruktur dan ekonomi masyarakat desa. Namun, hingga memasuki Agustus 2025, janji tersebut masih sebatas ucapan, tanpa realisasi yang dapat dirasakan publik.


“Masih segar dalam ingatan kami, saat dilantik beliau berapi-api menyampaikan akan turun tangan membangun Kampar. Tapi kenyataannya, sampai hari ini, tak ada satu pun program atau kegiatan yang jelas,” ujar Edi Marayo, pemerhati infrastruktur daerah dan mantan ASN Pemkab Kampar, Senin (4/8/2025).


Menurut Edi, kondisi ini sangat mengecewakan, terlebih Raja Jaya Dinata memiliki posisi strategis di Komisi II DPRD Riau yang membidangi ekonomi dan infrastruktur. "Sayang sekali, potensi besar yang dimilikinya justru tidak dimanfaatkan untuk membawa aspirasi dan kebutuhan rakyat Kampar ke tingkat provinsi," tambahnya.


Raja Jaya Dinata, yang juga dikenal sebagai putra dari politikus senior Golkar, Ramos Sianturi, dinilai gagal menjawab ekspektasi masyarakat Kampar, khususnya di wilayah Tapung Raya yang menjadi basis utamanya. Ketidakhadiran figur muda ini di tengah masyarakat memunculkan pertanyaan besar soal keseriusan dan kapasitasnya sebagai seorang legislator.


Edi juga menyebutkan bahwa sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat desa di Tapung Hulu dan Tapung Hilir juga menyayangkan sikap diam Raja Jaya Dinata.


“Dari bisik-bisik masyarakat dan tokoh di basis suaranya, saya banyak mendengarkan keluh kesah. Jangan cuma muncul saat ditunjuk atau menjelang pemilu. Kami butuh wakil rakyat yang bekerja dan hadir setiap saat, bukan hanya pencitraan,”terang Edi.


Masyarakat Kampar kini menunggu, apakah Raja Jaya Dinata akan bangkit memenuhi janjinya, atau justru semakin jauh dari realita politik dan harapan publik yang sudah mulai pudar.


 


(**)




 
Berita Lainnya :
  • Pasca Gantikan Cabup Kampar, Raja Tapung Menghilang dari Publik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved