520 Anak Masih Stunting di Kampar
Kadis PMD Ingatkan Desa Fokus, Bukan Persoalkan Rp900 Ribu
Kamis, 04-09-2025 - 09:11:50 WIB
 |
| Kadis pmd kampar Lukmansyah |
Kampar – Di balik geliat pembangunan desa, Kabupaten Kampar masih dihadapkan pada persoalan serius: 520 anak masih tumbuh dalam kondisi stunting. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menegaskan, persoalan ini jauh lebih penting ketimbang memperdebatkan biaya kegiatan narasumber.
“Wajar saya sampaikan hal ini kepada kepala desa, karena mereka adalah ujung tombak penanganan. Data terbaru menunjukkan ada 520 anak masih stunting, dan ini harus jadi perhatian utama kita semua,†ujar Kepala Dinas PMD Kampar, Kamis (04/09/2025).
Terkait adanya perbincangan soal biaya kegiatan yang menghadirkan narasumber sebesar Rp900 ribu, ia menegaskan bahwa hal itu tidak seharusnya dipersoalkan. Menurutnya, anggaran tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) dan sifatnya resmi.
“Jangan persoalkan biaya Rp900 ribu untuk narasumber. Itu sudah ada aturannya dalam perda, jadi resmi dan tidak ada yang janggal. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama berupaya agar Kampar terlepas dari stunting,†tegasnya.
Selain itu, Kepala Dinas PMD juga membantah isu yang menyebut dirinya meminta uang kepada desa. Ia menilai tudingan tersebut tidak benar dan hanya kesalahpahaman yang perlu diluruskan.
“Saya tegaskan, tidak ada saya minta-minta uang ke desa. Kalau saya mengingatkan atau menegur kepala desa, itu murni bentuk kepedulian. Tujuan saya hanya satu, yaitu agar desa bisa maju dan angka stunting bisa ditekan,†katanya dengan nada tegas.
Di sisi lain, salah seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa memang sempat muncul kesalahpahaman di kalangan kades. Namun, ia menilai kritik dan teguran dari Kepala Dinas PMD sejatinya bertujuan baik.
“Memang kadang terasa keras, tapi kalau dipikir-pikir sebenarnya itu untuk mengingatkan kami agar tidak lengah. Soal anggaran narasumber, kalau memang sudah ada diatur dalam perda, ya seharusnya tidak perlu dipersoalkan lagi. Fokus kita memang harus pada bagaimana menurunkan angka stunting,†ungkapnya.
Dengan demikian, baik pemerintah kabupaten maupun desa diharapkan dapat saling memperkuat koordinasi, sehingga program prioritas penanganan stunting di Kampar dapat berjalan lebih efektif. Harapannya, angka 520 anak yang saat ini masih mengalami stunting dapat terus ditekan, sehingga Kampar ke depan memiliki generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Komentar Anda :