ICI dan LSM PENJARA: Kadis PUPR Kampar Harus Bangun dengan Nurani dan Rasa Memiliki Daerah, Bukan Sekadar Menghabiskan Anggaran
Bangkinang Kota 3 November 2025— Kritik keras namun sarat pesan moral kembali disampaikan oleh dua lembaga kontrol sosial di Kabupaten Kampar, yakni Indonesian Corruption Investigation (ICI) dan Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM PENJARA).
Keduanya menilai bahwa kinerja Dinas PUPR Kampar di bawah pimpinan Afdal, ST., MT., berjalan tanpa arah dan kehilangan roh kepemimpinan yang berjiwa daerah.
Ketua ICI Kabupaten Kampar, Ikhsan, menegaskan bahwa sejak 2019 hingga kini, belum tampak gebrakan besar dan signifikan dari PUPR Kampar yang mampu menata wajah pembangunan secara menyeluruh.
“Yang kita lihat hanya proyek rutin, asal jalan, tanpa visi besar untuk Kampar. Banyak kegiatan pembangunan yang tak memiliki makna strategis dan tidak memberi dampak bagi masyarakat. Seolah hanya formalitas menunaikan anggaran,” ungkap Ikhsan.
Ia menambahkan, sejumlah proyek justru terkesan buang-buang uang rakyat, karena tidak dikerjakan dengan semangat pengabdian dan rasa memiliki terhadap daerah.
“Kalau membangun tidak dengan hati, hasilnya hanyalah bangunan tanpa jiwa. Kadis PUPR seharusnya menjadi motor perubahan, bukan sekadar pelaksana proyek,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LSM PENJARA Kabupaten Kampar, Budi Hendra, S.E., juga menyuarakan hal serupa. Ia menyebut bahwa pembangunan yang tidak dilandasi nurani dan tanggung jawab moral akan berujung pada pemborosan dan ketimpangan.
“Kami turun ke lapangan dan melihat sendiri. Ada proyek baru selesai, tapi sudah rusak. Ada juga yang tidak dimanfaatkan sama sekali oleh masyarakat. Itu tandanya pembangunan dilakukan tanpa jiwa dan tanpa rasa cinta pada daerah ini,” ujarnya.
Budi menekankan bahwa pejabat publik, terutama seorang Kadis PUPR, harus memiliki jiwa yang tulus dan rasa memiliki daerah agar setiap kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada masyarakat.
“Pembangunan itu bukan seremonial dan bukan angka serapan anggaran. Itu wujud kasih dan tanggung jawab pejabat terhadap rakyatnya. Kalau rasa memiliki daerah itu hilang, maka setiap proyek hanya akan jadi tumpukan beton tanpa manfaat,” tambahnya tajam.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa pihaknya bersama ICI Kampar akan menyampaikan rekomendasi resmi kepada Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas PUPR.
“Kami ingin membangun kesadaran, bukan permusuhan. Kami ingin pejabat Kampar bekerja dengan hati dan nurani, bukan dengan rutinitas birokrasi. Karena uang rakyat itu suci — harus kembali dalam bentuk kesejahteraan rakyat, bukan sekadar laporan proyek,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, kedua lembaga tersebut menyampaikan pesan moral yang kuat:
“Bangunlah Kampar dengan hati yang jujur, nurani yang ikhlas, dan rasa memiliki yang sejati. Karena pembangunan tanpa jiwa daerah hanyalah proyek tanpa makna, sementara rakyat tetap menunggu bukti nyata.”
Komentar Anda :