Kepercayaan Masyarakat Kampar terhadap RSUD Bangkinang Dinilai Rendah, LSM PENJARA DPC Kampar Serap Aspirasi Warga
Air Tiris — LSM PENJARA DPC Kampar menyoroti rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat Kabupaten Kampar terhadap RSUD Bangkinang sebagai rumah sakit rujukan utama. Berdasarkan penyerapan aspirasi masyarakat, mayoritas warga Kampar—tanpa membedakan status BPJS maupun pasien umum—menilai bahwa berobat ke rumah sakit di Kota Pekanbaru masih dianggap lebih meyakinkan.
Ketua LSM PENJARA DPC Kampar, Budi Hendra, SE, menjelaskan bahwa temuan tersebut diperoleh dari diskusi dan dialog langsung dengan masyarakat.
“Pandangan ini muncul bukan hanya dari pasien BPJS, tetapi juga dari masyarakat umum. Ada persepsi kuat di tengah masyarakat bahwa rumah sakit di Pekanbaru memberikan kepastian layanan yang lebih baik, meskipun jaraknya lebih jauh dan membutuhkan biaya tambahan,” ujar Budi Hendra.
Persepsi Publik dan Tantangan Pelayanan Daerah
LSM PENJARA DPC Kampar menilai bahwa persepsi publik merupakan faktor penting dalam menentukan pilihan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Ketika sebagian besar masyarakat memilih berobat ke luar daerah, kondisi ini patut menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kampar.
Keluhan yang disampaikan masyarakat tidak menitikberatkan pada kompetensi tenaga medis secara individual, melainkan pada pengalaman pelayanan secara menyeluruh, mulai dari sistem administrasi, alur layanan, komunikasi, hingga kepastian informasi yang diterima pasien dan keluarga.
“Masyarakat datang ke rumah sakit dengan harapan mendapatkan rasa aman dan kepastian. Ketika hal itu tidak sepenuhnya dirasakan, maka kepercayaan perlahan beralih ke tempat lain,” jelasnya.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Menurut LSM PENJARA DPC Kampar, kecenderungan masyarakat untuk berobat ke Pekanbaru juga membawa dampak sosial dan ekonomi, seperti meningkatnya biaya transportasi, waktu tempuh yang lebih lama, serta beban psikologis bagi keluarga pasien. Oleh karena itu, penguatan kualitas pelayanan kesehatan daerah menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Rekomendasi Konstruktif LSM PENJARA DPC Kampar
Sebagai bagian dari komitmen terhadap perbaikan pelayanan publik, LSM PENJARA DPC Kampar menyampaikan sejumlah rekomendasi secara konstruktif dan terbuka, antara lain:
1. Evaluasi Menyeluruh Pengalaman Pasien
Melakukan penilaian objektif terhadap pengalaman pasien, baik pasien umum maupun BPJS, sebagai dasar perbaikan layanan.
2. Penyederhanaan dan Kepastian Layanan
Memastikan alur pelayanan yang jelas, efisien, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
3. Penguatan Etika dan Komunikasi Pelayanan
Meningkatkan kualitas komunikasi dan sikap pelayanan agar lebih ramah, empatik, dan profesional.
4. Transparansi Informasi Pelayanan Kesehatan
Menyediakan informasi layanan yang akurat dan mudah diakses untuk mengurangi persepsi negatif dan kesalahpahaman.
5. Membangun Dialog Partisipatif dengan Masyarakat
Membuka ruang dialog rutin antara manajemen RSUD, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Harapan untuk Pemulihan Kepercayaan
LSM PENJARA DPC Kampar menegaskan bahwa masukan ini disampaikan dalam semangat kepedulian dan tanggung jawab sosial, bukan untuk menyudutkan pihak tertentu.
“Kami percaya RSUD Bangkinang memiliki potensi besar untuk menjadi rumah sakit rujukan yang dipercaya masyarakat Kampar. Dengan evaluasi yang terbuka dan kemauan untuk berbenah, kepercayaan publik dapat dipulihkan,” tutup Budi Hendra.
LSM PENJARA DPC Kampar menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai mitra kritis dan solutif pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang adil, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Komentar Anda :