Publik Desak Penyelesaian Islamic Center Bangkinang, Pemborong Terancam Sanksi Berat
Jumat, 06-02-2026 - 15:23:29 WIB
Bangkinang — Pembangunan Islamic Center Bangkinang yang menelan anggaran Rp?19,2 miliar hingga kini belum selesai, meskipun penambahan waktu pengerjaan sudah diberikan. Kondisi ini memicu kekecewaan jemaah dan masyarakat, yang menilai pemborong lambat dan kurang bertanggung jawab.
Sejumlah bagian bangunan masih dalam tahap pengerjaan, sementara bulan suci Ramadan tinggal hitungan hari. Jemaah menegaskan, masjid harus siap digunakan untuk ibadah, termasuk salat tarawih dan kegiatan keagamaan lainnya.
“Penambahan waktu sudah diberikan, tapi proyek belum rampung. Pemborong harus bertanggung jawab, jangan sampai mengorbankan kenyamanan umat Muslim selama Ramadan,” tegas seorang jemaah.
Pemerintah daerah dan instansi terkait didesak untuk bertindak tegas. Menurut aturan kontrak, keterlambatan yang melebihi batas dapat berujung pada pemotongan pembayaran, denda, atau bahkan pembatalan kontrak. Tekanan publik semakin kuat karena nilai proyek yang besar dan urgensi fungsinya bagi masyarakat.
Jemaah berharap pemerintah segera memastikan proyek tuntas tepat waktu, dan memberikan peringatan keras kepada pemborong. Jika keterlambatan terus terjadi, risiko pemborong kehilangan reputasi dan kontrak lanjutan sangat tinggi.
Hingga berita ini diterbitkan, pemborong belum memberikan klarifikasi resmi mengenai penyelesaian proyek atau alasan keterlambatan.
Komentar Anda :