Bupati Ciamis meninjau langsung lokasi bencana banjir di Kecamatan Pamarican
Selasa, 17-02-2026 - 12:32:14 WIB
Ciamis – Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, meninjau langsung lokasi bencana banjir di Kecamatan Pamarican akibat meluapnya Sungai Citalahab. Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan kondisi warga terdampak serta kesiapan penanganan darurat di lapangan.
Berdasarkan data sementara, sekitar 300 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang merupakan kejadian kedua di sungai tersebut. Sebanyak 164 warga sempat dievakuasi dan mengungsi ke masjid pada malam hari karena rumah mereka terendam air.
“Kurang lebih ada 300 kepala keluarga terdampak. Tadi malam 164 orang mengungsi karena rumahnya terendam. Sekarang air sudah mulai surut dan sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Herdiat.
Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi jajaran pemerintah daerah serta staf kepresidenan. Rombongan meninjau dapur umum, tanggul sungai, serta permukiman warga yang terdampak banjir guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Penanganan Sungai Mendesak
Herdiat menegaskan, langkah preventif yang harus segera dilakukan adalah percepatan penanganan Sungai Citalahab agar banjir tidak kembali terulang. Pemerintah Kabupaten Ciamis telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS dan juga berkomunikasi dengan Gubernur. Penanganan sungai ini harus segera dilakukan. Kalau tidak, saat hujan besar turun lagi, banjir bisa terjadi kembali,” tegasnya.
Dapur Umum Disiapkan
Untuk membantu warga terdampak, pemerintah daerah telah mendirikan dapur umum. Fasilitas tersebut disiapkan guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang belum bisa beraktivitas normal akibat rumahnya masih tergenang atau terdampak banjir.
“Dapur umum sudah kita siapkan meskipun seadanya. Paling tidak bisa membantu warga yang belum bisa memasak di rumahnya,” kata Herdiat.
Menghadapi cuaca yang masih fluktuatif dan cenderung ekstrem, Bupati mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
“Sosialisasi terus kami lakukan melalui para kepala desa agar masyarakat berhati-hati dan siaga. Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.
Komentar Anda :