Harga Sembako di Pasar Tradisional Kampar Tidak Stabil, Sate dan Gorengan Ikut Naik 50%, Warga Mendesak Pemerintah Pusat Bertindak
Minggu, 12-04-2026 - 14:04:39 WIB
 |
| Foto ilustrasi |
Hkindonesia. Com:Kabupaten Kampar, 12/04/2026 — Gejolak harga kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional di Kabupaten Kampar semakin memprihatinkan. Tidak hanya beras, cabai, dan minyak goreng, bahkan harga makanan rakyat seperti sate dan gorengan ikut melonjak hingga 50%. Kondisi ini membuat masyarakat semakin tertekan dan mendesak agar pemerintah pusat turun tangan segera.
Keluhan warga bermunculan di Pasar Mingguan, Pasar Lama, dan sejumlah pusat ekonomi rakyat lainnya. “Uang rupiah sekarang makin susah dicari, tapi seperti tak ada nilainya. Sembako naik, malah sekarang sate dan gorengan pun naik 50%. Kami makin susah, bang,” ujar Rina, ibu rumah tangga yang ditemui saat berbelanja.
Para pedagang mengakui bahwa kenaikan tersebut tidak bisa dihindari. Harga bahan baku seperti minyak goreng, tepung, telur, dan daging sudah melambung, sehingga pedagang kecil terpaksa menaikkan harga jual makanan siap saji.
“Kami tak tega menaikkan harga, tapi bahan bakunya semua naik. Kalau tidak dinaikkan, kami tak dapat untung. Sate sekarang naik 50%, gorengan pun begitu—bukan mau-mau kami, tapi terpaksa,” jelas Yanto, pedagang sate di Pasar Mingguan.
Dampaknya, banyak pembeli mulai mengurangi konsumsi jajanan harian, bahkan sebagian pedagang mengaku pembeli menurun drastis akibat kenaikan harga tersebut.
Di tengah kondisi ini, masyarakat berharap pemerintah pusat mengetahui dan memahami kondisi nyata yang terjadi di lapangan. Upaya pemerintah daerah dinilai belum cukup untuk menahan gejolak harga yang terjadi di tingkat pedagang.
“Kalau dibiarkan, kami makin tidak sanggup. Harga naik semua, pendapatan tetap. Pemerintah pusat harus turun langsung mengatasi ini,” tegas salah seorang warga.
Kenaikan harga sembako dan makanan rakyat di Kabupaten Kampar menjadi alarm serius atas melemahnya daya beli masyarakat. Masyarakat menunggu kebijakan konkret agar harga kembali stabil dan kesejahteraan rakyat kecil dapat terjaga.(jf)
Komentar Anda :