Anak 13 Tahun Dilaporkan Tenggelam di Sungai Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok — Tim BPBD dan Tagana Terus Lakukan Pencarian
Kamis, 14-05-2026 - 20:32:53 WIB
Kuok, Kabupaten Kampar — Kamis, 14 Mei 2026.
Sebuah musibah terjadi di aliran sungai Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, ketika seorang anak laki-laki bernama Rahmadani, berusia 13 tahun, warga Desa Lereng, dilaporkan hilang setelah tenggelam dan terbawa arus sungai pada pukul 14.30 WIB.
Kejadian Berawal Saat Anak-Anak Bermain di Bawah Jembatan
Menurut keterangan dari salah satu saksi, pada siang hari itu sekitar 15 anak sedang bermain dan mandi di sekitar bawah jembatan Desa Empat Balai. Beberapa anak memanjat tiang jembatan untuk kemudian melompat ke sungai, sebuah aktivitas yang sudah sering dilakukan oleh anak-anak setempat.
Setelah sebagian dari mereka selesai mandi dan naik ke darat, masih ada dua anak yang tetap berada di air untuk melanjutkan bermain, termasuk Rahmadani.
Korban Hanyut dan Melepas Pegangan dari Temannya
Saat keduanya masih berada di sungai, tiba-tiba arus berubah menjadi lebih kuat. Rahmadani diduga tidak mampu melawan arus tersebut hingga akhirnya mulai hanyut.
Korban sempat berpegangan pada temannya, namun karena derasnya arus, pegangan itu terlepas. Setelah terlepas, korban langsung terseret ke bagian sungai yang lebih dalam dan menghilang dari permukaan.
Saksi mata menggambarkan situasi tersebut berlangsung cepat, sehingga anak-anak lain yang berada di lokasi tidak sempat memberikan bantuan.
BPBD Kampar dan Tagana Turun ke Lokasi
Mendapatkan laporan dari warga, Tim BPBD Kabupaten Kampar dan Tagana Dinas Sosial segera turun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Petugas melakukan penyisiran menggunakan perahu serta alat-alat pencarian lainnya di sepanjang aliran sungai.
Beberapa anggota tim juga diterjunkan untuk menyisir area pinggiran sungai dan titik-titik yang dianggap rawan menjadi tempat korban tersangkut.
Kondisi Sungai Menjadi Tantangan dalam Pencarian
Menurut petugas di lapangan, arus bawah sungai di kawasan tersebut cukup kuat meski permukaannya terlihat tenang, sehingga memperbesar kemungkinan korban terbawa ke lokasi yang lebih jauh. Selain itu, kontur dasar sungai yang tidak merata turut menyulitkan proses pencarian.
Meski demikian, tim gabungan menyatakan akan terus melakukan upaya pencarian hingga korban ditemukan.
Harapan dan Dukungan dari Masyarakat
Keluarga korban serta masyarakat dari Desa Lereng dan Desa Empat Balai berkumpul di lokasi kejadian untuk memberikan doa dan dukungan. Pihak desa juga mengimbau agar orang tua meningkatkan pengawasan, terutama ketika anak-anak bermain di area sungai yang memiliki arus tidak menentu.
Pencarian masih terus dilanjutkan hingga laporan ini diturunkan.(hamka)
Komentar Anda :